Tiktok, sebuah jaringan sosial dan platform video musik asal Tiongkok meluncurkan platform terbaru mereka yaitu self-serve TikTok For Bussiness.

Dengan fitur tersebut, Para pelaku UKM dapat mengembangkan bisnisnya dengan beriklan di TikTok. Dengan membuat video yang singkat,menarik dan komunitas TikTok yang terkenal akan kreativitasnya, dapat memberikan peluang UKM agar tetap maju dan eksis. Melalui TikTok ini,pelaku UKM dapat menggunakan beberapa feature yang diberikan oleh TikTok sebagai berikut :

TikTok Luncurkan Bermacam Fitur Untuk Membantu Para Pelaku UKM

  1. Creative Tools

TikTok memiliki tools-tools kreatif yang memungkinkan setiap pemasar mengeluarkan kreatifitasnya dan menjangkau pengunjung yang tepat dengan video yang dibuat melalui komunitas pengguna TikTok di seluruh dunia.

  1. Flexible Budgets

TikTok ads manager di desain untuk pemilik usaha dari berbagai level untuk memyesuaikan anggaran mereka kapan saja.

  1. Performance Targeting

Penargetan yang cerdas digunakan untuk pengunjung baru yang terlibat dapat melihat produk anda

  1. Business Account

TikTok juga memperkenalkan business account yang memberikan alat tambahan untuk menganalisa kinerja dan performa bisnis terhadap pengunjung.

 

Ditarik dari data Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Akumindo), bahwa UKM sangat berkontribusi terhadap lebih dari 60% PDB Indonesia. Dibalik itu, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dalam website resminya menyatakan, bahwa penjualan dengan sistem online mengalami peningkatan yang sangat pesat. Oleh karena itu, Pemerintah sangat mendorong UKM untuk memanfaatkan platform digital. Terlebih di saat masa pandemic ini.

 

“Ada begitu banyak  potensi bisnis dalam berbagai kalangan untuk tumbuh dengan TikTok, ungkap Daniel Chan selaku Managing Director dari Snap Shades.

Selain meluncurkan platform self-serve, TikTok juga berkomitmen untuk mendukung para pelaku UKM mengembangkan bisnisnya di tengah situasi pandemic Covid-19 ini dengan meluncurkan program “Back-to-Business” di berabagai negara di dunia. Melalui program ini, Para pelaku UKM mempunyai kesempatan untuk mendapatkan kredit sebesar 300 Dollar Amerika.